PROSES TERBENTUKNYA BENUA
Terdapat seorang ilmuwan asal Jerman yang bernama Alfred Wagener yang mengutarakan teori mengenai pembentukan benua. Menurut pendapat dari Alfred Wagener, sebelum zaman Carbon sekitar 300 juta tahun yang lalu, semua benua yang ada sekarang ini terhimpun menjadi satu yang disebut dengan Benua Pangea.
Benua
Pangea kemudian terpecah menjadi 2 bagian benua, yaitu Benua Laurasia (di
bagian utara) dan Benua Gondwana (di bagian selatan). Proses terpecahnya benua
Pangea tersebut terjadi sekitar 135 juta tahun lalu.
Sementara
Benua Laurasia bagian barat bergerak ke utara menjauhi benua Gondwana yang
akhirnya membentuk benua Benua Amerika Utara.
Sementara benua Gondwana terpecah menjadi beberapa benua, antara lain:
- Bagian barat terus bergeser ke arah barat membentuk Amerika Selatan
- Bagian timur terus bergeser ke timur membentuk benua Afrika
- Bagian kecil yang ada di timur terus bergeser ke arah timur laut membentuk India.
- Satu bagian lagi terpecah menjadi dua, yang satu terus bergerak ke timur laut dan yang satu lagi terus bergerak ke aras selatan.
Kemudian
benua-benua ini masih tetap bergerak. Perkembangan berikutnya, Amerika Utara
terhimpun menjadi satu dengan Amerika Selatan.
Bagian
Eurasia menjadi Benua Eropa dan Benua Asia. Bagian paling selatan yang bergerak
ke selatan menjadi benua Antartika dan bagian dan bagian selatan yang bergerak
ke timur laut menjadi Benua Australia.
- Teori Wagener disebut juga dengn Teori Pergeseran Benua. Teori tersebut didasarkan pada fakta-fakta, sebagai berikut:
- Lekukan atau bentuk pantai di Afrika Timur, Amerika Utara, dan Amerika Selatan dengan pantai barat Eropa dan Afrika hampir sama.
- Daratan Tanah Hijau (Greenland) menjauh dan Eropa sejauhsekitar 36 cm setiap tahunnya.
- Tanah di Amerika Selatan, Afrika, India, Australia dan Antartika menunjukkan persamaan sifat.
- Pulau Madagaskar dalam gerakannya ke arah barat terhambat oleh Afrika.
Dari
keterangan di atas kita bisa menyimpulkan bahwa perpecahan dan pergeseran benua
ini menandakan bahwa setiap waktu benua atau daratan yang kita tempati ini
bergerak meskipun kita tidak merasakannya secara langsung. Hingga saat ini pun
benua atau daratan kita ini terus bergerak. Bahkan tidak menutup kemungkinan
bahwa suatu hari salah satu benua akan bergabung kembali dengan benua lainnya.
Tidak menutup kemungkinan.
Setidaknya terdapat lima teori yang menjelaskan bagaimana benua dapat terbentuk, antara lain:
1. Teori Konstraksi
- Di samudra Atlantik, Hindia serta Pasifik selatan,
terdapat igir tengah samudra yang memanjang dan bersambung-sambung yang terbuat
dari tumpukan lava
- Di sepanjang tepi benua terdapat palung laut
yang memanjang sejajar jalur pegunungan di atas benua
- Jarak antara Eropa dan Amerika semakin bertambah.
5. Teori Lempeng Tektonik
Dikenal
juga sebagai teori pergeseran lempeng, teori ini dikemukakan oleh Jason Morgan.
Morgan menyampaikan bahwa pusat gempa yang aktif berdampingan sejajar dengan
jalur pegunungan. Teori ini merupakan penggabungan teori pergeseran benua dan
pemekaran samudra serta hipotesis konveksi pada mantel atas.
Secara
geologis afrika berumur 3,8 miliar tahun, yang berarti bahwa dalam bentuk yang
sekarang atau dalam bentuk penggabungan dengan benua lain adalah sebagai benua
di masa lalu. Afrika telah ada selama 4-perlima dari 4,6 miliar tahun bumi.
Usia afrika dan keadaan geologinya sangat unik diantara benuabenua lainya.
Secara struktural afrika terdiri dari lima inti/perisai (kestabilan struktur
litosfer dan daerah pelat yang kaku dari kerak bumi). Inti atau perisai ini
baik yang terdapat diselatan, pusat maupun dibarat afrika. Kebanyakan adalah
batuan beku granit gneis dan basal dan dibentuk secara terpisah antara 3,6
sampai 2miliar tahun yang lalu selama era prakambium. Prakambium adalah era
dimana lebih dari 85% dari sejarah di planet ini adalah ketika kehidupan
pertama kali berevolusi dan atmosfer bumi serta benua dikembangkan.
Pegunungan
di Eropa terbentuk di berbagai periode geologis. Sehingga batuan yang terdapat
di Eropa juga ada batuan yang berasal dari masa geologi tua seperti dataran
(platform) Rusia. Bentuknya ada yang terjadi pada masa geologi tua dan ada yang
masa geologi muda yaitu pada masa tersier yang membentang di selatan benua ini.
Geologis Benua Asia tergabung dalam lempeng Laurasia yang berada di belahan bumi bagian utara. Yang termasuk lempeng Laurasia adalahbenua Asia, Benua Eropa dan Amerika Utara. Kurang lebih 200 juta tahun yang lalu bumi ini Cuma ada satu daratan yaitu Pangaea dan satu lautan yaitu Thentys atau Phantalassa.
Asia adalah benua terbesar yang menempati sekitar 12% dari permukaan bumi. Benua Asia memiliki evolusi geologi yang kompleks yang melibatkan 7 inti benua utama yaitu Kraton Angaran (Platform Siberia), Kraton India, Kraton Arab, Kraton Kontum, Kraton Cina Utara dan selatan dan fragmen Tarim Utara. Fragmen benua ini di satukan oleh berbagai sistem orogenik yang penting (dari tertua ke termuda) seperti Altaids, Manchurides, Scythides, Choukotkalaskides, Tethysides, Verkhiyansk-Kolyma sistem orogenic dan Nipponides (bagian dari Asia dari Zona orogenik Circum-Pasifik). Peristiwa besar terakhir di Asia adalah tumbukan anak benua India dengan Asia membentuk fitur topografi tetinggi dan paling spektakuler di bumi yaitu Himalaya dan dataran tinggi Tibet.
Referensi:
Kelas IPS.
Pengertian, sejarah, teori dan proses terbentuknya benua dan samudera. Diakses
melalui https://kelasips.com/proses-terbentuknya-benua-dan-samudera/.
Kuspriyanto,
Sulistinah. 2020. Geografi regional dunia. Surabaya: Unesa University Press.
Sengor, A.M.C
dan Natal'in Boris A. (n.d). Geology Of Asia. Istanbul, Turkey: Istanbul
Tecnical University.
Murniaseh,
Endah. 2021. Bagaimana Proses Pembentukan Bumi dan Teori Terbentuknya Benua.
Diakses melalui https://tirto.id/bagaimana-proses-pembentukan-bumi-dan-teori-terbentuknya-benua-gbpD.
Komentar
Posting Komentar